Tetikus

Blog untuk belajar bahasa inggris dengan mudah, bisnis dengan modal minim, berbagi info wisata dan kesehatan serta informasi lowongan pekerjaan

3 Tips Sederhana Menerjemahkan Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

Sebelum beranjak ke tips yang akan kami berikan, satu pertanyaan haruslah muncul di kepala kalian.

Apa itu menerjemahkan?


Menerjemahkan adalah perpindahan makna dari satu bahasa ke bahasa lain, atau dalam hal ini dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Tujuan dari terjemahan adalah menghasilkan perpindahan makna senatural dan seakurat mungkin tanpa mengganti makna sesungguhnya. 

Mari kita mulai dengan tipsnya!


Pertama, hindari ambiguitas dimana pembaca bisa saja bingung dengan teks yang mereka baca. Jangan melebihi informasi dari sumber bahasa dan jangan pula mengurangi. Coba menerjemahkan se-efektif mungkin jadi pembaca langsung menangkap maksud dari terjemahan kalian. Jangan memutar-mutar informasi karena pada akhirnya membuat pembaca kehilangan inti dari pesan tersebut dan berujung kebingungan.

Kedua, tidak boleh kaku. Dalam hal menerjemahkan, kalian harus paham bagaimana budaya dari sumber bahasa (bahasa inggris) dan budaya dari target bahasa (bahasa Indonesia). Apa hubungannya dengan budaya? Budaya sangatlah berpengaruh dalam terjemahan.

Seperti contoh, jika kita ingin menerjemahkan "nasi sudah menjadi bubur" Bagaimana kalian akan menerjemahkannya? "rice already became a porridge(?)" Tentu tidak. Terjemahan yang sesuai adalah "don’t cry over the split milk." Mengapa demikian? Kita orang Indonesia menggunakan bubur karena kita terbiasa sarapan atau makan bubur, sedangkan budaya barat terbiasa sarapan dengan susu, jadi kita menerjemahkannya dengan "milk".

Selain masalah budaya, "kaku" disini juga kalian tidak diperbolehkan menerjemahkan kata per kata, atau biasa disebut dengan literal translation. Well, tidak dalam segala situasi kita tidak diperbolehkan menerjemahkan kata perkata, tentu boleh. 
Seperti contoh, "I like music" kalian terjemahkan dengan "saya suka musik". Yang dimaksud dengan kata per kata disini adalah urutan terjemahan kalian mengikuti source language. I kalian terjemahkan dengan saya, like > suka, music > musik.

Contoh lain, "Air panas". Tentu kalian harus menerjemahkannya dengan "Hot water" bukan "Water hot".

Maka dari itu, kalian tidak bisa selalu menerjemahkan kata per kata, tapi kalian harus fleksibel. Hasil terjemahan kalian haruslah senatural mungkin.
Contoh: "Kehilangan bukan tanggung jawab kami" akan menjadi "The loss is not our responsibility".

Tips ketiga, makna adalah tujuan utama. Jika kalian menggunakan bahasa yang sulit, level yang tinggi, hanya memutar-mutar kalimat yang kalian terjemahkan, maka pembaca akan kehilangan makna sesungguhnya dari teks yang kalian buat. Pastikan bahwa terjemahan kalian efektif. Pastikan bahwa kalian tidak menghilangkan makna sesungguhnya dari source language. Penjelasan yang detail tentu akan sangat berguna, tapi jika kalian hanya memutar-mutar informasi yang sebenarnya hanya memerlukan satu kalimat saja, maka pembaca akan merasa bosan.

Kesimpulan


Jadi, intinya, terjemahan itu bersifat fleksibel, efektif, dan natural. Jangan pernah memaksakan terjemahan dan jangan menghilangkan makna yang sesungguhnya.
Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih!