Tetikus

Blog untuk belajar bahasa inggris dengan mudah, bisnis dengan modal minim, berbagi info wisata dan kesehatan serta informasi lowongan pekerjaan

Macam-macam Strategi Terjemahan

Sebelum kita terjun lebih jauh pada strategi yang bisa kalian gunakan dalam terjemahan, kalian harus tahu, apa itu 'menerjemahkan'? Menerjemahkan adalah suatu kegiatan dimana kalian mentransfer makna dari satu bahasa ke bahasa lain. Bagi kalian yang baru ingin belajar menerjemahkan atau translating, maka kalian perlu tahu apa saja strategi penting yang bisa kalian gunakan dalam menerjemahkan suatu teks entah itu Inggris-Indonesia atau Indonesia-Inggris. Mari kita bahas satu-persatu strategi terjemahan yang bisa kalian gunakan.

Pertama
, berorientasi pada bahasa sumber. Jika bahasa sumber kalian adalah bahasa Indonesia, maka kalian perlu berorientasi pada bahasa Indonesia. Bagaimana tatanan kalimat yang benar dalam bahasa Indonesia dan segala aspek maupun konteks harus kalian pertimbangkan dari segi bahasa Indonesia.

Lalu, jika bahasa sumber kalian adalah bahasa Inggris, maka sudah jelas kalian harus bertumpu pada bahasa Inggris. Pembuatan kalimat yang benar, konteks yang ada, serta bagaimana budaya yang dianut oleh masyarakat pengguna bahasa Inggris.

Mengapa itu semua penting? Karena kalian semua pasti tahu bahasa tatanan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sangatlah berbeda. Jadi kalian perlu hati-hati.

Baca Juga : Pengertian, Rumus dan Contoh Kalimat Simple Past Tense

Kedua, berorientasi pada bahasa target. Jika kalian menerjemahkan sebuah teks dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, maka bahasa target kalian adalah Inggris, begitu juga sebaliknya. Jika strategi pertama kalian harus bertumpu pada bahasa sumber, maka yang target kedua ini kalian harus mempertimbangkan segala aspek terjemahan kalian ke bahasa target.

Ketiga, berorientasi pada makna. Disini, kalian tidak perlu memikirkan kalian harus bertumpu pada bahasa mana, budaya mana, atau tatanan bahasa mana yang harus kalian pakai. Semua yang kalian butuhkan adalah makna. Makna dari suatu kalimat dalam teks haruslah akurat. Jangan dilebih-lebihkan apalagi sampai mengurangi makna. Disini, semua tergantung pada kalian yang menerjemahkan selama makna yang kalian buat masih dalam konteks yang tepat, jangan sampai membaca salah mengartikan kalimat kalian.

Strategi selanjutnya lebih mengacu pada kata per-kata yang kalian terjemahkan.

Keempat, borrowing. Strategi borrowing adalah ketika kalian menerjemahkan suatu kata dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, kalian meminjam kata tersebut tanpa melakukan perubahan apapun ke target bahasa atau dalam kasus ini, ke bahasa Indonesia. Seperti contoh: menu, total, dan data.

Baca Juga : Pengertian, Rumus, dan Contoh Degree of Comparison

Kelima, literal. Terjemahan secara literal adalah terjemahkan melalui kata per-kata. Seperti contoh: I like music akan kalian terjemahkan menjadi 'saya suka musik'. Dapat kalian lihat bahwa urutan kata pada kalimat tersebut tidak berubah. Jadi kalian menerjemahkannya secara literal. Tapi ingat, strategi ini tidak bisa sepenuhnya kalian gunakan karena hasil terjemahan kalian akan terlihat kaku. Kami sudah membagi tips tentang bagaimana terjemahan yang baik. Kalian bisa klik link dibawah!

Keenam, modulation. Modulation adalah strategi yang lebih memandang ke perspektif penerjemah selama makna yang kalian hasilkan tidak berubah. Contoh: You are going to have a child. Kalian bisa saja menerjemahkan kalimat ini menjadi 'Kamu akan memiliki seorang anak' namun kalian juga bisa menerjemahkannya menjadi 'Kamu akan jadi seorang ayah'. Kalimat kedua adalah contoh dari modulation sedangkan kalimat pertama adalah contoh lain dari literal. Dapat kalian lihat, hasil terjemahan memiliki perspektif yang berbeda namun dapat kita simpulkan bahwa maknanya sama saja.

Terakhir, ada equivalence. Equivalence biasanya hanya digunakan untuk mengekspresikan suara-suara tertentu dari bahasa sumber ke bahasa target. Seperti contoh: suara ayam berkokok dalam teks bahasa Inggris akan menjadi cock-a-doodle-do. Sedangkan jika kita terjemahkan ke bahasa Indonesia, maka akan menjadi 'Kukuruyuk'. Contoh lain adalah bang! atau suara tembakan dalam bahasa Inggris akan menjadi 'dor!' dalam bahasa Indonesia. Semua ini bergantung pada budaya dari bahasa yang bersangkutan. 

Jika ada dari kalian yang mengetahui strategi lain yang mungkin belum kami sebutkan diatas, kalian bisa membaginya di kolom komentar. Semoga bermanfaat!