Tetikus

Blog untuk belajar bahasa inggris dengan mudah, bisnis dengan modal minim, berbagi info wisata dan kesehatan serta informasi lowongan pekerjaan

Review Dead Sea Mask dan Himalayan Polisher PINKLAB.CO

Kali ini, aku akan membahas suatu produk kecantikan yaitu masker Dead Sea Mask dan scrub Himalayan Polisher dari PINKLAB.CO. Produk yang bisa aku bahas saat ini hanya dua ini karena PINKLAB.CO punya produk lain yaitu Dead Sea Mask varian Chocolate dan ada beauty tools yaitu kuas masker dan satu set makeup brush lengkap, Early Bruscia. Well, back to the topic, yang pertama yaitu Dead Sea Mask.


Kita mulai bahas segala claim yang ada di packaging maskernya. Pertama yang bisa kalian lihat jelas logo dan nama produk yaitu PINKLAB.CO Dead Sea Mask. Dengan berat 100 gram which is terbilang banyak untuk sebuah masker. Di bagian tutupnya juga berisi Dead Sea Mud is bursting with natural mineral and nutrients to provide the perfect body and facemask experience, yang berarti claim masker ini terbuat dari mineral alami dan berbagai nutrisi untuk memberikan pengalaman kulit wajah dan badah yang sempurna.

Kemudian dari ingredients tercantum Pure Dead Sea Mud, Organic Shea Butter, Organic Sunflower Oil, Organic Aloe Vera Juice, Organic Vegetable Glycerin, Organic Jojoba Oil, Hickory Bark Extract, Organic Calendula Oil, Eucalyptus Oil, Filtered Water, Xanthan Gum.
Di dalam kemasan Dead Sea Mask juga terdapat benefit yaitu:
  1. Fight pimples and blackheads 
  2. Reduce the appearance of fine lines and wrinkles 
  3. Minimize pore size and improves overall complexion 
  4. Made with natural ingredients and is safe to use on body and face

Untuk petunjuk pemakaian juga sudah terpampang jelas.
  1. Apply thin layer of the mud mask to clean skin. Be careful to avoid the eyes and lips if applying to the face. 
  2. Leave the mask on for 10-15 minutes until dry. 
  3. You then use warm water and circular motion to remove the mask in a gentle manner.
Terakhir yang bisa kita lihat di kemasannya yaitu ada expired date di bagian bawah.

Sekarang kita mulai dengan riview.
Dead Sea Mask ini teksturnya padat dan wanginya juga enak.

Biasanya masker lumpur kan takutnya baunya aneh ya, tapi yang ini justru enak, tidak terlalu menyengat, dan menenangkan.

Dari semua ingredients yang tercantum dapat kita lihat bahwa masker ini bahan utamanya adalah lumpur laut mati yang murni.

Masker lumpur mengandung mineral yang berfungsi menutrisi kulit dan masker berbahan dasar lumpur akhir-akhir ini sangat hype di dunia skincare.

Kemudian, kita dapat melihat banyak kata “organic” pada bahan masker ini which is good karena organic berarti aman untuk kulit dalam pemakaian jangka panjang.

Segala macam oil yang terkandung di dalam masker ini dapat membantu menjaga kelembapan kulit kalian. Kemudian Calendula adalah bahan yang sangat baik untuk kulit berminyak dan berjerawat.

Dari segala jenis fakta bahan-bahan diatas, aku sangat amat setuju dengan efek yang diberikan oleh Dead Sea Mask ini.

Aku udah pakai masker ini selama lebih dari dua bulan dan efek yang aku dapat sangat cocok dengan semua fungsi bahan-bahan didalamnya.

Alasan awal aku beli masker ini adalah untuk menghilangkan semua bekas jerawat yang ada di wajah aku. Masker ini bukan jenis masker yang langsung memberi perubahan pada wajah begitu dipakai. Dua minggu awal pemakaian aku gak merasakan perubahan apapun di wajah yang sempat membuat aku meng-underistimate masker ini.

Tapi setelah itu, aku mulai sadar kalau produksi minyak berlebih di wajah sudah mulai berkurang. Biasanya, bangun tidur aku ditemani wajah yang oily, tapi setelah memakai masker ini, wajah di pagi hari terasa bersih dan tidak oily sama sekali.

Awalnya aku juga selalu memakai sabun cuci muka yang membuat kulit wajah terasa sangat kering dan ketarik, karena untuk mastiin wajah aku bener-bener bersih dan semua minyak serta kotoran terangkat.

Tapi, setelah pemakaian masker ini, aku sudah beralih ke sabun muka yang lebih ringan dan tidak membuat efek kulit wajah terasa kering dan ketarik.

Satu hal yang aku sadari setelah melihat ingredients masker ini adalah, masker ini mengandung air. Jadi, jika kalian mau mengaplikasikan masker ini, gunakan kuas yang kering dan padat, karena jika kuas kalian basah, masker akan mencair di kulit.

Efek lain yang aku dapatkan dari masker ini adalah, jerawat di wajah aku mulai menghilang dan gak muncul lagi sebulan terakhir. Biasanya, jerawat hormonal adalah hal yang wajar yang akan muncul setiap kali kita wanita datang bulan. Tapi bulan ini, tidak tumbuh jerawat satupun di wajah aku. Bekas-bekas jerawat berangsur hilang. Pori-pori di wajah juga sudah mengecil dan komedo perlahan menghilang.

Jadi, dari semua benefit yang di claim sama masker ini, sebagian besar sudah aku rasain di wajah aku. Masker ini fight pimples, minimize pore size dan bikin overall muka aku jadi terlihat lebih bersih.

Untuk mengurangi garis halus pada wajah, aku belum rasain di wajah aku. Kemudian, masker ini juga claim bisa dipakai buat badan, tapi aku belum pernah coba karena masih fokus di wajah.

Cara pemakaian yang dicantumkan juga sudah sangat jelas. Kalian bisa mengaplikasikan masker ini 2-3 kali seminggu, tapi jangan setiap hari karena kulit kalian tidak bisa dikasi nutrisi seperti ini setiap hari, berikan kulit kalian waktu untuk menyerap efek maskernya. Kalian bisa pakai sesering mungkin tapi jangan setiap hari.

Terus, kalian cuma perlu pakai masker ini tipis-tipis di wajah. Itulah yang membuat masker ini lama banget habisnya di aku, karena kalian tidak perlu pakai banyak-banyak.

Hal terakhir yang perlu kalian tahu, awalnya wajah aku sangat berminyak apalagi di area T-zone. Pori-pori aku di sekitar hidung juga besar-besar dan banyak bekas jerawat. Sekarang, pori-pori di wajah aku sudah mengecil dan hal ini juga yang membuat produksi minyak di wajah berkurang jadi kulit wajah aku sekarang sudah tidak berminyak, lebih ke normal. Bekas-bekas jerawat masih terlihat tapi sudah berkurang banget.


Produk kedua yaitu Himalayan Polisher.


Dari packaging botolnya kita bisa lihat logo dan beratnya 200 gr. Dua kali lipat dari maskernya. Kemudian bahan-bahannya yaitu: Himalayan Salt, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Oil, Macademia Ternifola Seed Oil, Ascorbic Oil, Persea Gratissima (Avocado) Oil, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Prunus Amygdalus Dulcis (Sweet Almond) Oil, Sorbic Acid, Fragrance.

Ada indications yang bisa kalian lihat yaitu:
  1. Exfoliate, moisturize, and revitalize your skin. 
  2. Helps reduce the appearance of cellulite. 
  3. Helps improve the texture, tone & appearance of your skin. 
  4. Helps prevent muscle crumping and soreness. 
  5. Helps increase circulation, assist in the rejuvenation of your cells. 
  6. Promotes calm and relaxation.

Kemudian kalian bisa nemuin sejenis quote gitu di packagingnya yang mungkin bisa memberi kalian semangat buat merawat kuliat kalian. Life can get tough, but your skin shouldn’t have to be. Himalayan Salt Scrub is just a shower away, leaving your body humming with hydration, revving with revitalization and gloating with glowing skin. This is your super smooth fix for even your toughest challenges.

Lalu yang paling penting, petunjuk pemakaian produk ini. Take a small handful of the scrub and gently massage onto wet skin using circular motions. Rinse thoroughly. Can be used as a body/foot scrub 2-3 times a week. For added moisture follow with your favorite moisturizer.

Oke kita masuk ke review. Saat pertama kali kalian buka masker ini, hal pertama yang akan kalian notice adalah baunya. Baunya ada, tapi tidak terlalu menyengat.

Well, karena memang produk ini mengandung fragrance di dalamnya. Baunya seperti stroberi yang agak masam-masam. Karena bahan utamanya garam Himalayan, tekstur produk ini sama persis seperti garam, gimana layaknya kalian pegang garam cuma lebih halus saja sedikit. Warnanya putih ada hint pink.

Kalau kalian ingin scrub wajah dengan produk ini, kulit wajah kalian harus basah terlebih dahulu supaya produknya bisa nempel dan kalian juga enak nge-scrubnya. Hal yang aku rasain saat pertama kali pakai scrub ini agak terasa panas dan gatal di sekitar hidung dan dahi.

Tapi tidak terlalu mengganggu kok. Reaksi itu cuma di hari pertama pemakaian ya, mungkin penyesuaian, jadi kalian tidak perlu takut. Karena ini bahan dasarnya garam, aku rasa kalian tidak bisa pakai scrub ini lama-lama.

Nge-scrubnya juga harus pelan-pelan karena kalau nggak, kulit wajah kalian akan terasa sakit. Setelah dibilas, hal pertama yang aku rasain yaitu kulit aku jadi sangat kenyal dan lembab.

Sejujurnya, aku tidak terlalu merasakan perubahan yang signifikan dari scrub ini, tapi aku selalu mikir dengan aktivitas kita sehari-hari, nge-scrub kulit sangat penting untuk mengangkat segala kotoran di wajah. Scrub ini juga biasa aku pakai di badan.

Kalian tidak bisa pakai scrub ini setiap hari yaa. Semua jenis scrub juga tidak bisa kalian pakai setiap hari karena bisa menimbulkan iritasi di kulit wajah kita. Walaupun aku tidak begitu merasakan efek dari Himalayan Polisher ini, setidaknya scrub ini tidak memberi efek buruk di wajah aku, dan kombinasi Himalayan Polisher dan Dead Sea Mask bisa memberi kamu banyak perubahan baik di kulit wajah.

Aku beli masker ini di shopee. Pastiin kalian beli di seller resminya. 130.000 untuk Dead Sea Mask dan 140.000 untuk Himalayan Polisher. Dengan harga segitu, jumlah produk yang kalian dapat terbilang sangat banyak. Apakah kedua produk ini layak dibeli? Yes! It’s worth the money!
Semoga review dari aku bisa membantu kalian yang lagi galau mau beli masker ini atau tidak yaa.